Home Terbaru sangat banyak Korban Robot Trading, Komisi VI Desak Bappebti Bangun Call Center

sangat banyak Korban Robot Trading, Komisi VI Desak Bappebti Bangun Call Center

Terbaru Video viral.idnpos.com Update May 26, 2022 6:48 am

JAKARTA – Komisi VI DPR mendesak Badan Pengawas Komoditi Berjangka (Bappebti) untuk membangun call center atau pusat pengaduan supaya masyarakat yg menjadi korban robot trading dapat menyampaikan keluh kesahnya.

Wakil Pimpinan Komisi VI DPR Martin Manurung memberikan tenggat waktu bagi Bappebti untuk menyediakan pusat pengaduan masyarakat bagus secara on-site maupun online selambat-lambatnya 30 hari ke depan.

Baca Juga :  [IDNviral]-JOGET BENANG BIRU VIRAL _ABDURAHIM SRHN ( REMIX )

“Komisi VI meminta Bappebti untuk membangun pusat pengaduan masyarakat bagus secara on-site maupun online atau call center dan juga serta memberikan sanksi yg tegas terhadap penyelewengan yg terjadi. Termasuk pelarangan penjualan langsung atau direct selling di dalam marketplace,” kata Martin di dalam rapat Komisi VI dengan Bappebti, Rabu, 24 Mei.

“Jangan sampai nanti kami rapat lagi dengan Bappebti masih ngomongin call center, (tetapi) masih belum ada,” sambungnya.

Komisi VI DPR serta meminta Bappebti dengan Ditjen Perdagangan di dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk meningkatkan pengawasan dan juga serta pengamatan modus-modus baru yg berkembang saat ini mengenai penawaran investasi dengan robot trading.

Martin menambahkan, pihaknya serta meminta Bappebti melakukan penguatan regulasi perdagangan digital seperti kripto serta investasi robot trading yg saat ini memiliki kekosongan regulasi.

Termasuk serta mengedukasi kepada masyarakat.

Baca Juga :  PM Hun Sen Terima Kasih ke Prabowo Telah Latih Tentara Kamboja

“Ini regulasinya telah komplit kripto, yg robot trading belum. Berapa lama Bappebti penting (waktu untuk aturannya),” tuturnya.

di dalam kesempatan yg sama, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko mengaku membutuhkan waktu tiga bulan untuk melakukan penguatan regulasi terkait robot trading.

“hendak kami membuat aturannya. (Kami penting waktu) tiiga bulan,” ungkap Didid.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: